Aksi Avenged Sevenfold untuk The Fallen Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – “Sevenfold…Sevenfold..Sevenfold,” teriak para penggemar band metal Avenged Sevenfold (A7X) yang pada Minggu (18/1) sudah mengular di depan pintu masuk Parkir Timur Senayan, Jakarta, sejak pukul 15.00 WIB untuk menyaksikan konser yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB.

Di antara para penggemar yang mengenakan atribut dengan warna dominan hitam itu ada penyanyi rock Indonesia era 80-an Ikang Fawzi.

“Saya konser beberapa tahun lalu juga menonton, ini kali kedua saya melihat Avenged,” kata Ikang.

Konser Avenged Sevenfold dimulai pukul 20.20 WIB, di awali dengan pemutaran lagu Indonesia Raya dengan gambar kibaran Bendera Merah Putih di dua layar sisi panggung dan satu layar utama di belakang panggung.

Para penonton berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu Synyster Gates (gitaris) muncul memainkan melodi intro lagu “Shepherd of Fire” disusul personel band yang lain.

Seketika penonton berteriak dan maju mendekati panggung. Mereka meloncat-loncat sembari menyanyikan lirik lagu “Shepherd of Fire” bersama M Shadows.

Beberapa orangtua menggendong anak mereka di pundak agar mereka bisa melihat dengan jelas penampilan band asal Amerika Serikat itu di panggung.

Setelah lagu pertama selesai, sang gitaris yang penah meraih Revolver Golden Gods Awards (penghargaan gitaris terbaik musik rock) pada 2011 membuat penonton bertambah semangat dengan memainkan intro lagu “Critical Acclaim”.

Setelah lagu kedua Shadows menyapa penonton yang menempati dua per tiga tempat konser berkapasitas 8.000 orang itu. “Hello Indonesian, terima kasih masih mengundang kami hadir di sini,” katanya.

Ia juga meminta maaf karena beberapa waktu lalu membatalkan konser mereka di Indonesia karena alasan teknis, panggung yang tidak sesuai dengan standar keselamatan.

“Maaf kami batal menggelar konser beberapa waktu yang lalu, malam ini kami akan menebusnya untuk kalian semua,” kata Shadows lantang lalu membawakan “Hail to The King”.

Saat mereka membawakan lagu ketujuh, polisi menyemburkan air dari mobil kanon air untuk mendinginkan penonton yang berdesakan di depan panggung.

Kemudian gitaris kidal Zacky Vengeance mengganti gitar Schecter miliknya dengan gitar akustik untuk memainkan “Seize The Day”. Para penonton melambaikan tangan ke atas dan ikut bernyanyi bersama.

Mereka juga membawakan “Nightmare” dengan efek distorsi gitar elektrik jenis Schecter Synyster Gates berwarna dominan hitam yang dimainkan Synyster.

Sebelum memainkan lagu selanjutnya Shadows meminta penonton meletakkan semua perangkat elektronik mereka, yang sejak awal konser selalu menyala untuk merekam aksi mereka.

“Letakkan gadget kalian untuk satu lagu ini saja, mari nikmati lagu dan meloncat sesuka kalian, buat seru malam ini,” katanya.

Pada lagu “Nightmare” Synyster juga sempat memainkan solo gitar dengan Schecter Synyster-nya.

Ia memainkan solo gitar dengan berbagai teknik, sweeping, bending, slide dan tapping dengan sangat cepat serta komposisi efek distorsi yang panjang, membuat suara yang nyaman didengar telinga penonton. Penonton pun serentak bertepuk tangan mengagumi permainan gitar Synyster.

Drummer baru A7X tidak mau kalah. Ia menunjukkan kemampuan bermainnya dengan sedikit solo drum pada beberapa outro (bagian akhir) lagu.

Penabuh drum pengganti The Rev–yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada 2009– tersebut terbawa suasana konser yang semangat. Ia membuka baju dan berdiri di atas double bass drum miliknya.

Menjelang lagu ke-14, Shadows berpamitan dengan para penggemar Avenged Sevenfold, yang menyebut diri The Fallen Indonesia.

“Indonesia salah satu favorit bagi kami, kalian gila dan seru, terima kasih semua,” katanya.

Para personel Avenged Sevenfold melempar beberapa pick gitar dan minuman pada penonton lalu meninggalkan panggung utama.

Selang beberapa menit penonton mulai berteriak kompak, meminta mereka masuk kembali dan menyanyikan beberapa lagu lagi.

We want more….we want morewe want more,” teriak ribuan The Fallen Indonesia.

Semula tak ada tanda ada tanggapan dari personel A7X. Namun kemudian terdengar beberapa petikan gitar keras dan mereka masuk kembali dengan membawakan lagu tambahan, “Bat Country dan A Little Piece of Heaven”.

Setelah lagu itu berakhir, kelima personel Avenged Sevenfold menyampaikan salam perpisahan sembari melemparkan stick drum Arin Ilejay, pick gitar milik Zacky Vengeance, Synyster serta Johnny Christ.

Tempat favorit

Dalam jumpa media sebelum konser pada Sabtu (17/1), sang vokalis utama M. Shadows atau Matthew Charles Sanders menyebut Indonesia sebagai salah satu tempat favorit untuk konser musik.

“Terakhir kali kami ke sini sempat ada masalah, tapi sebelumnya kami sudah pernah tampil. Ini menjadi tempat favorit kami untuk bermain musik,” kata pelantun lagu “Afterlife” itu.

Band beranggotakan M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Arin Ilejay itu ingin musik mereka bisa menghibur para penggemar dari berbagai era di Indonesia.

“Kami akan memainkan banyak lagu dari beragam album sehingga para penggemar dari banyak era bisa menikmatinya,” katanya.

Dalam konser di Jakarta, yang merupakan bagian dari tur Avenged Sevenfold keliling Asia untuk mendukung album “Hail to the King”, mereka total membawakan 16 lagu dari semua album mereka.

Pukul 22.20 WIB konser berakhir. Para penonton berbondong keluar meninggalkan lokasi konser. Banyak yang puas, tapi ada pula yang sedikit kecewa.

“Kurang puas, lagu ‘Dear God’ tidak dinyanyikan,” kata Mely, satu dari ribuan penonton yang menyaksikan konser tersebut.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2015