Dominasi merah dan histeria penonton warnai konser Taylor Swift

Jakarta (ANTARA News) – Dominasi warna merah dan histeria para penonton mewarnai pergelaran konser penyanyi asal Amerika Serikat, Taylor Swift, di Jakarta, Rabu malam.

Sama seperti para “Swifties”, sebutan untuk penggemar Taylor Swift yang umumnya mengenakan busana dan atribut bewarna merah, penampilan Swift pun didominasi warna merah. Mulai dari busana hingga alat musik yang menjadi pengiring Swift dalam konsernya ini.

Pada konser yang bertajuk “The Red Tour” ini, Swift membawakan sekitar 13 buah lagu dalam hampir dua jam. Ke 13 lagu ini umumnya merupakan lagu-lagu dalam album keempatnya, ” Red”. Lagu”State of Grace” menjadi pembuka konser Swift malam itu.

Mengenakan atasan berwarna putih, bawahan berwarna hitam, topi hitam serta polesan lipstik merah, Swift seketika penonton riuh berteriak. “Terima kasih. Selamat malam Jakarta, I”m Taylor and welcome to The Red Tour…,” kata Swift seusai lagu pertama berakhir.

Tanpa perlu jeda cukup lama, Swift kembali membuat penonton histeris, melalui lantunan lagu “Holy Ground”, disusul lagu “Red”. Kali ini Swift bernyanyi sembari memainkan gitar berwarna merah. Sesekali ia nampak mengibaskan rambut pirangnya seperti halnya pada konser-konser sebelumnya.

Berganti ke lagu berikutnya, “The Lucky One”, Swift pun tampil dengan balutan gaun panjang bewarna merah, sarung tangan merah dan sepatu merah. Beberapa kali ia bergabung pun dalam koreografi para penari latar.

Lantunan lagu Swift pun berlanjut pada lagu “Mean”. Kali ini, ia mengenakan atasan bewarna merah, rok putih dan alat musik seperti banjo dengan cat putih. “You are so active…I like you,” katanya yang kemudian membuat penonton semakin berteriak histeris.

Tak sampai di situ, teriakan histeris penonton berlanjut pada lantunan lagu yang dinyanyikan Swift berikutnya, “22”, “15”, “You Belong With Me” ,”Sparks Fly” dan “I Knew You Were Trouble”. Teriakan penonton semakin menjadi saat Swift mengenakan kaus hitam bertuliskan kata “Jakarta” pada bagian depannya.

Sama seperti penyanyi-penyanyi pada umumnya, Swift tak ketinggalan menjabat tangan para penonton yang mengulur padanya. Berganti ke lagu berikutnya, “All Too Well”, Swift nampak anggun saat mengenakan dress berwarna hitam.

Tak seperti pada lagu-lagu sebelumnya, kali ini Swift memainkan piano dengan cat merah sebagai alat musik pengiring. Tak lama berselang, Swift pun menjelma seperti Juliet dalam kisah Romeo dan Juliet melalui balutan gaun panjang berwarna putih.

Diawali tarian balet dari sepasang penari, lantunan lagu “Love Story” pun menggema. Hingga akhirnya, lagu “We are Never Ever Getting Back Together” pun dilantunkan Swift. Lagu ini sekaligus menjadi penutup konser Swift di Jakarta. “Wonderful to meet all of you,…” ujar Swift mengakhiri konsernya.

Dominasi merah dan histeria penonton warnai konser Taylor Swift | Claudia Minda | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better