"Revolusi Bunga, Generasi Wangi" Slank bertabur perempuan musisi

Jakarta (Antaranews) – Sejumlah perempuan musisi tampil memukau dalam konser Slank bertajuk di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu malam.

Slank pada penampilan malam itu menggandeng Windy Setyadi (accordion), Anindya (saxophone), Mia (violin), Tetangga Pak Gesang (ukulele), Oppie Andarista (vokal), dan Imel (vokal).

Konser yang dimulai pukul 20.15 WIB berisi 13 lagu yang dibuka dengan “I Miss U, But I Hate You”.

Lagu yang diambil dari Album  “Too Sweet Too Forget” yang dirilis pada tahun 2008 ini langsung membawa sekitar seribu orang penonton dalam hentakan musik yang dimainkan, Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Bimbim (drum).

Slank kemudian membius penonton dengan “Virus”,  “Melatiku” berkolaborasi dengan Tetangga Pak Gesang, “Kalau Kau Ingin Jadi Pacarku”, “Terbunuh Sepi” berkolaborasi dengan Imel, “Mawar Merahku”, dan “Terlalu Manis” dengan Oppie Andaresta.

Grup band yang sudah berusia 30 tahun itu menggelar “Revolusi Bunga, Generasi Wangi”untuk kaum hawa setelah merasakan sesuatu yang mereka sebut pengaruh positif yang luar biasa dalam menjalani kehidupan.

Bimbim mengatakan terdapat tiga perempuan yang paling berjasa dalam hidupnya yakni ibu (Bunda Iffet), istri (Reni) dan anak perempuannya.

“Sewaktu anak saya usia tujuh tahun, dia bilang kepada saya bahwa mabuk itu dosa, dan berkat omongan itu akhirnya saya berhenti pada setahun kemudian,” kata Bimbim dihadapan penonton.

Bimbim mengatakan Bunda Ipet menjadi sosok pembawa perubahan mendasar dalam Slank.

“Seperti diketahui bunda membawa kami meninggalkan obat-obatan, dari mabuk menjadi tidak mabuk lagi. Saat ini saya malah berupaya utuk berhenti merokok,” kata Bimbim.

Tema revolusi, lanjutnya, dipilih karena Slank yakin perubahan besar tidak bisa terjadi tanpa sentuhan dan campur tangan perempuan.

Konser yang khusus ditujukan kepada penggemar dari kelompok menengah atas ini disajikan dengan konsep “high class”.

Meski demikian, Slank tetap dengan karakter penuh energi sehingga mengugah penonton untuk larut dalam hinggar bingar musik bergenre rock n roll, blues, dan punk ini.

Sesekali Kaka, turun meninggalkan panggung khusus menyapa penonton yang duduk di bangku VVIP.

Permainan lampu dan fasilitas berupa dua layar lebar membuat konser ini memenuhi hasrat penonton yang ingin menyaksikan sajian live yang biasanya diberikan Slank di konser di lapangan terbuka.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2014

"Revolusi Bunga, Generasi Wangi" Slank bertabur perempuan musisi | Claudia Minda | 4.5

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better