Tricia perkenalkan angklung pada masyarakat Amerika

Jakarta (ANTARA News) – Perempuan berambut sebahu terlihat penuh semangat mengajarkan anak-anak belajar angklung di salah satu sudut Kota Jakarta.

Perempuan itu tak lain adalah Tricia Sumarijanto (44), yang datang ke Jakarta mengisi hari liburnya.

Angklung bukan sesuatu yang asing untuk Tricia, meskipun ia baru mengenal angklung saat berusia 39 tahun.

“Semua itu berawal dari pertemuan dengan maestro angklung Daeng Udjo, putra dari Udjo Ngalagena, pendiri Saung Angklung Udjo, saat berkunjung ke Amerika Serikat, pada 2011,” ujar Tricia saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Setelah pertemuan dengan Daeng Udjo, Tricia mendirikan Rumah Angklung atau “House of Angklung” di Washington DC, Amerika Serikat.

Rumah Angklung mempunyai misi mempromosikan budaya Indonesia melalui alat musik tradisional angklung kepada masyarakat AS, begitu pula dengan masyarakat Indonesia yang kini menetap di Amerika.

Tricia mengaku terpanggil untuk mempromosikan angklung kepada dunia. Ia satu-satunya pengajar di Rumah Angklung.

“Pemerintah Indonesia turut mendukung kami, misalnya memberikan fasilitas transportasi dan lainnya, jika kami tampil di luar kota. Pihak KBRI juga memberikan informasi mengenai budayawan-budayawan yang ada di Amerika, menghubungkan kami dengan organisasi dan institusi yang berhubungan dengan kebudayaan baik di sini atau pun di Indonesia,” jelas putri dari anggota DPR Itet Tridjajati Sumarijanto ini.

Selain angklung, Tricia juga mahir memainkan piano. Kecintaan Tricia bermain musik diraihnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Hingga kini Rumah Angklung sudah tampil di berbagai acara festival tahunan seperti Cherry Blossom di Washington, D.C, dan berbagai festival Indonesia yang diadakan di beberapa kota di Amerika, seperti Pittsburgh, Indiana, New Orleans dan Boston.

“Memperkenalkan angklung kepada warga Amerika menjadi kepuasan tersendiri, apalagi jika tanggapan positif mulai berdatangan dari warga Amerika yang melihat mereka tampil,” ujarnya.

Ke depannya, dia berharap agar program Rumah Angklung tidak hanya di daerah Washington DC tetapi juga di negara bagian lain di Amerika Serikat.
(I025/M026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2014